MENCURIGAKAN, TERNYATA BEGINI ALIRAN DANA UNTUK AKSI BELA ISLAM

Demo besar-besaran yang dilakukan pada 2 Desember 2016 lalu banyak menjadi perbincangan. Banyak yang pro dengan aksi ini, namun juga tak sedikit yang kontra dengan demo ini.

Aksi demo ini menuntut terdakwa kasus penistaan agama, Basuki T Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Ahok diduga melakukan penistaan agama di kepulauan seribu.

Dengan adanya aksi yang sangat besar ini banyak orang yang mempertanyakan dari mana dana yang digunakan untuk kegiatan ini. Banyak kalangan yang mencurigai tentang aliran dana dalam aksi ini.

Bagaimana tidak, seakan-akan aksi ini tidak pernah kekurangan dana. Dimana para peserta aksi turun ke jalan dengan makanan dan minuman yang sangat melimpah. Seakan-akan tidak pernah kekurangan.

Namun hal itu ditepis oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), KH Bachtiar Nasir. Dia mengatakan dana Aksi Bela Islam datang dari sumbangsih umat Islam di seluruh Indonesia melalui bank-bank syariah.

Bachtiar juga mengatakan kalau dana untuk aksi bela islam ini sudah diperikasa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diajuga menambahkan kalau setelah aksi ini masih ada sisa anggaran sekitar Rp. 3,1 miliar.

MENCURIGAKAN, TERNYATA BEGINI ALIRAN DANA UNTUK AKSI BELA ISLAM


“Bank syariah itu juga sudah mengeprint 7.000 lembar kertas sebagai bukti untuk menunjukan kepada KPK bahwa dana tersebut murni dari umat Islam yang turut menyumbang, 7.000 lembar kertas prin itu juga belum selesai, karena pihak Bank syariah saat itu kelelahan,” Ucap Bachtiar seperti yang kami kutip dari laman kininews.






badge