TITO: PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INI BERPOTENSI MENGGANGGU KEBHINNEKAAN, NETIZEN: LALU MAUNYA HIDUP SEPERTI ZAMAN BATU GITU?

Media Sosial (Medsos) sudah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan di negeri ini. Bahkan hampir semua masyarakat di Indonesia sudah menggunakan media sosial untuk sarana komunikasi. Baik itu sama keluarga, teman, maupun sama pacar.

Perkembangan sosial media selain berdampak positif juga mempunyai dampak negatif. Derasnya informasi yang beredar sulit dikontol oleh pemerintah. Perkembangan informasi semakin deras bagaikan jamur berkembang di musim penghujan.

Hal inilah yang sekarang diperhatikan oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian. Dia mengatakan kalau opini publik sangat mudah dibentuk dan diarahkan ke arah tertentu.

"Dan masalah informasi instan jadi masuk karena media sosial. Kita lihat kuatnya media sekarang ini terutama media sosial. Ini membuat opini publik sangat mudah dibentuk dan diarahkan ke arah tertentu," ujar Tito di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016).

Dia melanjutkan kalau penggunaan media sosial ini berpotensi mengganggu kebhinekaan. "Hal ini bisa menjadi ancaman sendiri. Karena kita melihat ramainya penggunaan media sosial Ini berpotensi mengganggu kebhinnekaan," lanjutnya.

Pernyataan Kapolri tersebut ternyata menyita perhatian para netizen. Dari beberapa respon netizen, ada salah satu netizen yang sangat kritis dalam menanggapi pernyataan tersebut.

Akun dengan id @harry_P_Siagian mengatakan apakah kita harus hidup seperti di jaman batu?

TITO: PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INI BERPOTENSI MENGGANGGU KEBHINNEKAAN, NETIZEN: LALU MAUNYA HIDUP SEPERTI ZAMAN BATU GITU?


"Lalu selanjutnya apa pak ?, mau bikin Indonesia ini seperti korea utara ?, hidup tanpa internet, bikin masyarakat buta perkembangan dunia ?. Mau hidup seperti zaman batu gitu ?. Jangan salahkan medsosnya, salahkan insan penggunanya. Insannya yg dikontrol, bukan medianya."





badge