Mengalami Sleepwalking Orang Ini Tidur Sambil Jalan Sejauh 14 km

Taylor Gammel dikabarkan menghilang dari rumahnya sendiri. Sayangnya kedua orang tua Taylor baru menyadari kepergian remaja itu pada pukul 6 pagi, walaupun sebenarnya dia telah tidak nampak di rumah sejak pukul 10 malam sebelumnya.
Sleepwalking
Pihak berwajib pun bergegas berpencar untuk mencarinya ke berbagai tempat. Sampai akhirnya seorang petugas dari Jefferson County Sheriff melapor telah mendapati seorang remaja perempuan yang cuma memakai celana olahraga, kaos, dan kaus kaki tanpa sepatu.

Setelah dipastikan jika remaja perempuan tersebut merupakan Taylor, sebuah fakta mengejutkan terungkap. Lokasi ditemukannya Taylor ternyata berjarak kira-kira 14 km dari tempat tinggalnya di Denver, Colorado.

"Ia seperti bangun dari tidur, dan berada di pinggir jalan. Namun dia tahu di mana posisi dia saat ini berada," ujar dari Mark Techmeyer dari Jefferson County Sheriff.

Tetapi ketika ditanya oleh seorang petugas bagaimana ia bisa berada jauh dari rumah dengan mengenakan pakaian yang biasa dipakainya dirumah, dan Taylor pun menjawab dia tak ingat apapun.

Mark sempat menduga Taylor naikkendaran umum di tengah jalan. Namun Taylor juga tidak membawa dompet, uang maupun kartu identitas, akan tetapi Mark merasa hal itu tidak mungkin bila Taylor benar-benar melakukannya. Beruntung Taylor tak kekurangan suatu apapun ketika itu, dan dia bisa dikembalikan ke orang tuanya dengan selamat.

Dr Shlini Paruthi, adah seorang ahli tidur dan juga sebagai seorang profesor di bidang kedokteran anak dan penyakit dalam St Louis University menjelaskan, orang yang sedang sleepwalking alias tidur berjalan merupakan berada di bawah alam sadarnya. Kendati begitu kebanyakan dari mereka terlihat seperti dalam keadaan sadar ketika di luar.

"Keadaan matanya pun terbuka dan hingga bola matanya pun juga berkaca-kaca. Mereka juga bisa melakukan hal-hal kecil semisal menuruni tangga hingga melakukan rutinitas hariannya, namun tempatnya saja yang salah," jawabnya.

Bahkan beberapa penderita tersebut dapat makan bahkan berkendara sambil dengan keaadaan terlelap. "Mereka mungkin bisa terkejut sendiri jika tahu apa yang telah terjadi sebelumnya," ujar Dr Paruthi.

Namun ketika dimintai membahas kasus Taylor, Dr Paruthi mengaku belum pernah mengetahui ada pengidap sleepwalking yang dapat berjalan sejauh itu dalam keadaan terlelap.

Dia lantas menganjurkan agar keluarganya mengawasi anggota keluarga yang memiliki kebiasaan aneh tersebut, dan mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari hal- hal yang tidak diinginkan. Contohnya memasang pintu atau jendela yang beralarm, sehingga ketika anggota keluarga yang dapat sleepwalking ini melewatinya, maka seisi rumah dapat menyadari dan menghentikan langkah mereka.

"Penting juga untuk menyimpan beberapa benda berbahaya misalnya pisau dan senapan di tempat yang terkunci. Tak terkecuali kunci mobil," pungkasnya.