CARA DAN TIPS RUMAH AMAN SELAMA ANDA TINGGAL MUDIK

Lebaran akan segera tiba. Momen ini dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat terutama yang tinggal dan mencari nafkah dan di kota-kota besar untuk pulang ke tempat asal (mudik). Mudik lebaran sudah menjadi fenomena unik dan ciri khas di negara Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan memperkirakan pada tahun 2016 jumlah pemudik akan mencapai angka 20 juta lebih. Mudik berasal dari kata ‘udik’ yang berarti ‘dusun’, ‘desa’, atau ‘kampung’.
RUMAH AMAN
Mudik adalah suatu  untuk kembali ke kampung halaman, desa. Mudik dan lebaran merupakan dua hal yang sudah saling melekat, tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Walaupun sudah ditemukan berbagai teknologi komunikasi seperti HP, berbagai sosial media seperti facebook, path dan aplikasi pesan instant seperti WhatsApp, Line, WeChat dan Kakao Talk pada smartphone, meskipun tetap tidak dapat menggantikan kesakralan ritual tahunan mudik lebaran masyarakat tanah air.

Mudik lebaran merupakan momen pemenuhan kebutuhan jiwa, melepaskan rasa rindu pada kedua orang tua, saudara dan teman-teman yang berada di kampung halaman. Sebagai cara untuk kembali berakrab-akraban menjalin silaturahmi secara langsung yang tidak dapat tergantikan oleh suatu teknologi secanggih apapun. Sembari dengan banyaknya jumlah pemudik meninggalkan rumah mengakibatkan terjadinya kekosongan yang cukup mencolok kota-kota besar. Tak jarang kekosongan ini dimanfaatkan oleh pelaku tindak kejahatan untuk menjarah rumah-rumah yang sedang kosong karena ditinggalkan oleh penghuninya.

Selain tindak kejahatan, ancaman lain yang mengancam rumah-rumah kosong karena di tinggal mudik adalah kebakaran rumah akibat kebocoran gas hingga konsleting listrik. Hal tersebut yang membuat pemudik menjadi khawatir karena hal tersebut untuk meninggalkan rumah. Akan tetapi ancaman demi ancaman tersebut dapat diantisipasi dengan beberapa tindakan yang efektif berikut ini :

1. Kunci semua pintu dan jendela Sebelum meninggalkan rumah jangan lupa pastikan semua pintu dan jendela dalam keadaan terkunci. Jangan meninggalkan kunci penting sembarangan seperti kunci motor, mobil dan lemari di rumah. Tak hanya itu, antisipasi kebiasaan meletakkan kunci duplicate dibawah keset, dibawah pot, karpet atau ditempat lain yang sangat mudah ditemukan oleh penjahat. Pada pintu bagian depan, dianjurkan tidak menggunakan gembok yang mencolok. Karena pintu yang terkunci mengartikan bahwa rumah tersebut dalam keadaan tak berpenghuni.

2.Cabut arus listrik dan selang gas untuk mengurangi resiko kebakaran. Untuk mengurangi resiko kebakaran akibat kenaikan daya yang mengakibatkan konsleting arus listrik, matikan semua peralatan elektronik yang tak digunakan, cabut kabel dari stop kontak. Jangan sampai lupa mencabut regulator dari tabung gas dengan kompor untuk mengantisipasi kebocoran gas.

3. Harap matikan saluran utama PAM. Sebelum pergi pastikan saluran utama pada PAM dan keran tidak mengalir atau air menetes. Tak hanya itu bertujuan mengantisipasi tagihan yang melonjak dan juga untuk menghindari terjadinya kebocoran.

4. Hindari hal-hal yang dapat menunjukkan rumah dalam keadaan kosong agar tidak mengundang pelaku kejahatan. Berikut adalah langkah-langkahnya

- jika berlangganan koran atau majalah, mintalah agar tidak dikirim selama mudik lebaran agar tidak menumpuk di depan rumah.
- Usahakan setidaknya bagian depan rumah selalu dalam keadaan bersih, bisa dengan meminta pertolongan kepada kerabat dekat atau tetangga untuk sesekali membersihkan agar tidak terkesan tidak berpenghuni.
- Mintalah pertolongan kerabat atau tetangga yang tidak mudik untuk menyalakan dan mematikan lampu atau memberi makan binatang peliharaan, jika ada. Kalau tidak ingin merepotkan, titipkan hewan peliharaan ditempat penitipan hewan.
- Letakkan beberapa sandal didepan pintu untuk mengecoh orang-orang yang berniat jahat.

5. Letakkan barang berharga di suatu tempat yang menurut anda paling aman. Letakkan barang-barang berharga di suatu tempat yang paling aman. Jika menginginkan keamanan lebih, bisa menggunakan jasa penitipan barang yang disediakan oleh Pegadaian terdekat dan Bank. Untuk kendaraan, bisa juga menggunakan jasa penitipan kendaraan yang disediakan oleh kepolisian setempat.

6. Titipkan rumah pada orang yang dipercaya. Titipkan rumah pada kerabat atau tetangga yang tidak mudik. Minta tolonglah untuk sesekali menengok rumah anda. Sebelum berangkat mudik, jangan lupa untuk berpamitan pada ketua RT/RW. Jangan lupa meninggalkan nomer Hp yang mudah di hubungi.

7. Bersihkan rumah dan dianjurkan untuk menutup semua lubang pembuangan sebelum mudik. Untuk mengantisipasi bau menyengat dan sarang nyamuk, semut, kecoa dan tikus, bersihkan dan rapikan semua isi rumah meliputi dari dapur, kamar mandi, kulkas, dan paling utama adalah tempat sampah sebelum pergi. Tutup semua lubang pembuangan agar tikus dan kecoa tidak dapat masuk kedalam rumah.

8. Hindari kebiasaan narsis pamer mudik di sosial media. Demi keamanan, untuk sementara waktu hindari aktifitas mengupdate status segala sesuatu terkait dengan kegiatan mudik lebaran, apalagi menceritakan setiap detailnya seperti , ‘dengan siapa saja’, ‘kapan berangkat’, ‘dirumah ada siapa’, ‘kapan akan pulang’ di media sosial seperti path,twitter, facebook, instagram,  ask.fm dan masih banyak lagi media sosial lainnya. Bisa jadi ada seseorang yang sedang mengintai untuk berniat jahat, mencari target kejahatan dengan mencari informasi melalui sosial media.

9. Pasanglah lampu otomatis yang telah dilengkapi rangkaian elektronik yang dapat mendeteksi gelap dan terang sehingga pada malam hari menyala  dan pada siang hari akan mati secara otomatis, terutama pada rumah bagian depan dan teras. Lampu yang selalu menyala terus-menerus siang hingga malam mempertandakan bahwa rumah tersebut sedang tidak berpenghuni. Itu akan menarik perhatian seseorang untuk bertindak kejahatan.

10. Pasang alarm keamanan jika perlu pasanglah (CCTV) kamera pengintai. Bila diperlukan, pasang alarm keamanan dan kamera pengintai dibeberapa tempat (spot) yang kemungkinan memicu kejahatan dirumah anda seperti halaman, ruang tamu dan kamar tidur. Setelah berbagai upaya tindakan yang cukup efektif dilakukan, hal yang terpenting dari semua adalah berdo’a kepada Tuhan YME agar perjalanan menuju kampung halaman diberikan kelancaran dan keselamatan sampai tujuan dan juga rumah yang sementara ditinggal dalam keadaan aman.