Bacaan Niat dan Doa Sahur Dan Hal Yang Membatalkan Puasa

Silahkan Baca Artikel tentang Bacaan Niat dan Doa Sahur Dan Hal Yang Membatalkan Puasa, berikut Infonya, Sebelum menjalankan ibada puasa hal utama yang harus dilakukan adalah membaca niat. Niat merupakan hal awal yang jadi penentu bagi apa yang kita kerjakan. Seperti sabda Rasulullah, Sesungguhnya semua amal itu (sah atau tidaknya) tergantung pada niat melakukannya dan setiap orang hanya akan mendapat sesuai apa yang ia niatkan.

Dari sinilah betapa pentingnya niat dalam menjalankan ibadah terutama saat melakukan ibadah wajib seperti Puasa Ramadhan. Niat berpuasa Ramadhan merupakan salah satu rukun puasa. Sahur sebaiknya dilakukan sebelum terbitnya fajar atau sebelum memasuki waktu Sholat Subuh. Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan sebaiknya dibaca setelah menjalankan sholat sunah tarawih dan witir, atau bila lupa maka bisa dilakukan setelah menyantap sahur sebelum masuk imsak.

Adapun Bacaan Niat Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Taala.”
Setelah mengucapkan niat sahur puasa ramadhan, barulah menjalankan ibadah wajib puasa dengan diisi berbagai ibadah wajib maupun sunah dan aktivitas positif lainnya sampai azan Maghrib yang menandakan waktu untuk berbuka puasa. Waktu membaca Doa Buka Puasa Ramadhan adalah setelah azan Maghrib dan sebelum makan/minum untuk membatalkan Puasa.

Membaca niat dan doa sahur saat puasa ramadhan hukumnya wajib. Tanpa membaca doa ini, puasa Anda menjadi tidak sah. Sebagai umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci, Anda harus mengetahui bagaimana supaya puasa itu berkah.

Untuk kelancaran ibadah puasa Anda, seharusnya mengetahui beberapa hal yang bisa membatalkan puasa seperti berikut ini :

Makan dan minum dengan sengaja
Yang disebut makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah yang sudah makruf disebut makan dan minum yang dimasukkan adalah zat makanan ke dalam perut (lambung) dan dapat menguatkan tubuh (mengenyangkan).

Muntah dengan Sengaja - Hal hal yang Membatalkan Puasa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ
“Barangsiapa yang muntah menguasainya (muntah tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qadha’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha”.
Yang tidak membatalkan di sini adalah jika muntah menguasai diri artinya dalam keadaan dipaksa oleh tubuh untuk muntah. Hal ini selama tidak ada muntahan yang kembali ke dalam perut atas pilihannya sendiri. Jika yang terakhir ini terjadi, maka puasanya batal.

Jima' (bersetubuuh) dengan sengaja
Jima' (bersetubuuh) dengan sengaja menjadi hal yang akan membatalkan puasa. Jadi, ketika seseorang memasukkan pucuk zaakar atau sebagiannya secara sengaja dengan pilihan sendiri dan dalam keadaan tahu akan haramnya. Yang termasuk pembatal di sini bukan hanya jika dilakukan di kemaaluan, termasuk pula menyeetubuhi di duubur manusia (anaal seex) atau selainnya, seperti pada hewan (dikenal dengan istilah zooophiliaa). Menyeetubuhi di sini termasuk pembatal meskipun tidak keluar maani.

Keluar mani karena bercuumbu
Yang dimaksud mubasyarooh atau bercuumbu di sini adalah dengan bersentuhan seperti ciuuman tanpa ada pembatas, atau bisa pula dengan mengeluarkan maani lewat tangan. Sedangkan jika keluar maani tanpa bersentuhan seperti keluarnya karena miimpi baasah atau karena imajinasi lewat pikiran, maka tidak membatalkan puasa.
Niat dan Doa Sahur
Jadi, sebaiknya Anda menghafal doa dan niat sahur serta mengetahui hal yang membatalkan puasa jika ingin puasa Anda berkah. Itulah Info Tentang Niat dan Doa Sahur Dan Hal Yang Membatalkan Puasa yang perlu anda ketahui.